Lompat ke konten
Beranda » News & Blog » Kader NU Karangploso Bersatu, Siap Tingkatkan Kinerja MWCNU Masa Khidmat 2026–2031

Kader NU Karangploso Bersatu, Siap Tingkatkan Kinerja MWCNU Masa Khidmat 2026–2031

Kader NU Karangploso Bersatu, Siap Tingkatkan Kinerja MWCNU Masa Khidmat 2026–2031

MALANG — Semangat baru mewarnai langkah awal kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangploso masa khidmat 2026–2031. Jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziah MWCNU Karangploso menggelar kegiatan perdana berupa ta’aruf dan koordinasi, Rabu (9/9/2026), bertempat di Aula KH M. Said, PPAI An-Nahdliyah, Kepuharjo, Karangploso.

Kegiatan tersebut dihadiri hampir seluruh jajaran pengurus yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031. Tingginya tingkat kehadiran menjadi salah satu indikator kuatnya semangat para kader untuk mengambil bagian dalam khidmah dan perjuangan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Karangploso.

Acara diawali dengan sambutan Rois Syuriah MWCNU Karangploso, KH. Lutfi Hakim, yang terpilih dalam Konferensi MWCNU beberapa waktu lalu. Selain sebagai Rois Syuriah, KH. Lutfi Hakim merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Huda, Karangploso, sekaligus salah satu dzurriyah Pondok Pesantren Gading, salah satu pesantren tertua di Malang.

Dalam sambutan perdananya, KH. Lutfi Hakim menegaskan bahwa khidmah kepada NU harus ditempatkan di atas kepentingan jabatan maupun kedudukan.

“Berkhidmat dan berjuang harus diletakkan di atas jabatan apa pun. Tanpa melihat jabatan dan kedudukan yang dimiliki, kita harus tetap berkhidmat dan berjuang di NU.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepengurusan MWCNU bukan semata-mata tentang struktur dan jabatan organisasi, melainkan wadah untuk mengabdikan diri dan memberikan manfaat bagi umat.

Sementara itu, Ketua MWCNU Karangploso, Gus Nahdlil Khoir, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jajaran pengurus baru. Pengasuh PPAI An-Nahdliyah tersebut mengajak seluruh kader untuk bersama-sama membangun MWCNU Karangploso dengan semangat kebersamaan dan pembagian tugas yang jelas.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Nahdlil Khoir juga menjelaskan pembagian kerja sekaligus penunjukan koordinator bidang bagi jajaran pengurus MWCNU. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan koordinasi serta mengefektifkan kinerja organisasi selama lima tahun masa khidmat mendatang.

“Kami berusaha memasukkan seluruh unsur dan kader terbaik NU Karangploso sesuai bidang dan kapasitas masing-masing,” demikian garis besar semangat kepengurusan baru yang dibangun pada periode ini.

Gus Nahdlil Khoir sendiri kembali dipercaya memimpin MWCNU Karangploso untuk periode kedua setelah terpilih dalam Konferensi MWCNU Karangploso yang digelar pada 17 Mei 2026.

Komposisi kepengurusan periode 2026–2031 menghadirkan sejumlah wajah baru dengan latar belakang, pengalaman, dan kapasitas yang beragam. Perpaduan antara kader berpengalaman dan wajah-wajah baru tersebut diharapkan mampu melahirkan energi baru dalam menjalankan roda organisasi.

Dengan kekuatan sumber daya kader yang lebih beragam, MWCNU Karangploso diharapkan tidak hanya semakin solid secara internal, tetapi juga mampu meningkatkan kontribusi dan kemanfaatannya bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat Karangploso secara lebih luas.

Kegiatan ta’aruf dan koordinasi tersebut ditutup dengan pembahasan sejumlah agenda organisasi yang akan segera dilaksanakan. Di antaranya persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026, rencana pelaksanaan Bahsul Masail Malang Raya, serta persiapan pelantikan Pengurus MWCNU Karangploso yang direncanakan berlangsung pada 25 Oktober 2026.

Rangkaian agenda tersebut menjadi langkah awal bagi kepengurusan MWCNU Karangploso masa khidmat 2026–2031 untuk menerjemahkan semangat khidmah ke dalam kerja organisasi yang nyata, terukur, dan memberikan kemanfaatan bagi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *