KARANGPLOSO – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MTs–MA Nahdlatul Ulama sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAPTA) ke-XXIII. Forum tertinggi di tingkat komisariat ini berlangsung khidmat pada Kamis (18/12/2025) di Aula KH. Moh. Said, Kompleks Pondok Pesantren An-Nahdliyah, Karangploso.
RAPTA XXIII dihadiri jajaran pimpinan madrasah sebagai bentuk dukungan institusional terhadap penguatan organisasi pelajar. Hadir Kepala MTs Nahdlatul Ulama, Dian Kusumawati, S.Pd., ST., serta Kepala MA Nahdlatul Ulama, Ulfa Aulia, S.Ag. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen madrasah dalam mendorong kaderisasi, kepemimpinan, dan pengembangan karakter pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dalam rangka menjaga akuntabilitas organisasi, RAPTA XXIII memfokuskan agenda pada penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus selama satu masa khidmat. Forum ini menjadi ruang evaluasi objektif terhadap pelaksanaan program kerja sekaligus sarana menyerap aspirasi anggota sebagai pijakan perbaikan dan peningkatan kinerja organisasi ke depan.
Selain itu, regenerasi kepemimpinan menjadi agenda strategis yang tak terpisahkan. Pemilihan pengurus baru diharapkan melahirkan kader berintegritas, berloyalitas tinggi, serta siap melanjutkan estafet perjuangan organisasi dengan semangat pembaruan dan profesionalisme.
Rangkaian kegiatan RAPTA XXIII juga diwarnai pelaksanaan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) yang mendapat apresiasi dari pimpinan tingkat kecamatan. Ketua PAC IPNU–IPPNU Karangploso, Rekanita Syafa, menyampaikan penghargaan atas kinerja panitia yang dinilai efisien dan menunjukkan militansi tinggi.
“Saya telah berkeliling di wilayah Malang untuk menghadiri berbagai kegiatan dan memimpin sidang. Namun, baru kali ini saya mendapati PK yang mampu menyelenggarakan MAKESTA dengan persiapan kurang dari satu minggu. PK IPNU–IPPNU MTsNU–MANU benar-benar luar biasa,” tegas Syafa dalam sambutannya.
Ketua Panitia Pelaksana, Satria Nur Ardiansah, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi organisasi, tetapi juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman bermakna bagi kader baru. Menurutnya, pengalaman emosional yang positif menjadi kunci tumbuhnya rasa memiliki dan kebanggaan berorganisasi.
“Kami berharap MAKESTA kali ini menjadi pengalaman yang mengesankan bagi peserta, sehingga tertanam rasa bangga dan semangat berkhidmat sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama,” ujar Satria.
Dengan berakhirnya RAPTA XXIII, PK IPNU–IPPNU MTs–MA Nahdlatul Ulama meneguhkan kembali perannya sebagai wadah pembinaan pelajar yang progresif dan berkarakter. Melalui sinergi berkelanjutan dengan pihak madrasah, organisasi ini diharapkan terus melahirkan generasi pelajar berakhlakul karimah, berdaya saing, serta teguh memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
bersemilah Tunas NU