Santri PPAI Annahdliyah Ikuti Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu (PESAWAT) Eko-Tren OPOP Jatim 2025 di Kebun Teh Wonosari
Lawang, Malang — 29–31 Oktober 2025.
Dua santri perwakilan Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah, Satria Nur Ardiansyah dan Arel Nafil Albahij, dengan pendamping Khusnur Rofiq, turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu (PESAWAT) Eko-Tren OPOP Jatim 2025. Acara ini diselenggarakan oleh UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan OPOP Jatim (One Pesantren One Product) dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, bertempat di Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang.
Kegiatan yang diikuti oleh 33 pesantren terpilih se-Jawa Timur ini bertujuan untuk membekali para santri dengan keterampilan wirausaha kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.
Selama tiga hari, para peserta mengikuti pelatihan intensif yang memadukan materi teori dan praktik langsung, mulai dari pengembangan jiwa santripreneur, perancangan Business Model Canvas (BMC), hingga strategi penjualan produk melalui live streaming dan konten pemasaran kreatif.
Hari Pertama
Kegiatan dimulai dengan registrasi dan pembukaan resmi oleh Erwin Indra Widjaja, S.E., M.A.P., selaku Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran santri dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM di Jawa Timur.
Sesi dilanjutkan dengan materi kebijakan pengembangan SDM UMKM, kemudian pengenalan jiwa kewirausahaan bagi santripreneur, dan malam harinya peserta belajar Business Model Canvas (BMC) disertai praktik pembuatan serta penilaian BMC.
Hari Kedua
Fokus kegiatan beralih pada praktik penjualan produk secara live streaming. Santri peserta tidak hanya belajar teknik komunikasi dan branding, tetapi juga mensimulasikan langsung proses penjualan online layaknya konten kreator profesional.
Sesi berikutnya membahas pembuatan konten pemasaran kreatif, di mana peserta dilatih untuk merancang strategi promosi produk pesantren berbasis digital marketing.
Hari kedua ditutup dengan penilaian hasil konten dan post-test sebagai evaluasi dari seluruh materi yang telah disampaikan.
Hari Ketiga
Pagi hari dimulai dengan senam dan fun games untuk mempererat kebersamaan antar peserta, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dari hasil mini kompetisi.
Acara ditutup secara resmi dengan harapan agar seluruh santri mampu menerapkan ilmu yang didapat di lingkungan pesantren masing-masing.
Satria Nur Ardiansyah, salah satu peserta dari PPAI Annahdliyah, menyampaikan kesannya:
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana cara berwirausaha secara modern. Ternyata santri juga bisa kreatif, bisa jualan online, dan bisa punya produk yang punya nilai jual tinggi. Saya jadi semakin semangat untuk mengembangkan usaha pesantren kami.”
Kegiatan PESAWAT Eko-Tren OPOP Jatim 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta memperkuat ekosistem usaha mikro berbasis santri.
Diharapkan, santri peserta — termasuk dari Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah — dapat menjadi santripreneur tangguh, mandiri, dan berkontribusi bagi ekonomi umat.
Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas perhatian dan dukungan beliau terhadap pengembangan kemandirian ekonomi pesantren melalui program OPOP Jatim (One Pesantren One Product).
Berkat inisiatif dan komitmen beliau, para santri mendapatkan kesempatan untuk belajar, berinovasi, dan meningkatkan kemampuan berwirausaha berbasis digital.
Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi santri di seluruh Jawa Timur untuk bangkit, berkarya, dan berdaya — dalam semangat “Santri Mandiri, Pesantren Berdaya.”
