Lompat ke konten
Beranda » News & Blog » Muwada’ah Santri PPAI Annahdliyah: Menjemput Liburan dengan Adab, Muhasabah, dan Semangat Mengabdi

Muwada’ah Santri PPAI Annahdliyah: Menjemput Liburan dengan Adab, Muhasabah, dan Semangat Mengabdi

Muwada’ah Menjemput Liburan dengan Adab, Muhasabah, dan Semangat Mengabdi

Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah Karangploso menggelar kegiatan Muwada’ah santri pada Sabtu, 20 Desember 2025 / 29 Rajab 1447 H, bertempat di Aula KH. Moh. Said. Kegiatan ini menjadi penanda resmi kepulangan santri sekaligus dimulainya liburan semester, yang diikuti oleh seluruh keluarga besar Annahdliyah.

Acara tersebut dihadiri oleh keluarga ndalem, pengurus pondok, para asatidz dan ustadzah, serta seluruh santri. Muwada’ah tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang pembekalan spiritual dan moral agar santri tetap menjaga jati diri pesantren selama berada di tengah masyarakat.

Sejak pagi hari, kegiatan diisi dengan pembekalan kepulangan santri yang disampaikan langsung oleh jajaran pengurus pondok. Dalam arahannya, para santri diingatkan tentang pentingnya menjaga etika, sikap, dan perilaku selama masa liburan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Turut mendampingi kegiatan, Gus Luqman, perwakilan keluarga ndalem, yang memberikan pesan mendalam kepada para santri. Ia menegaskan bahwa kesalehan tidak berhenti pada ritual ibadah semata.

“Tidak cukup hanya menjadi anak saleh, tetapi harus menjadi manusia yang kaya jasa. Takwa bukan hanya tentang rajin beribadah, melainkan juga tentang sejauh mana kita memberi manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Sementara itu, Dewan Pengasuh PPAI Annahdliyah, Gus Bahrul Ansori, dalam sambutannya mengajak seluruh santri menjadikan liburan sebagai momentum muhasabah diri. Ia menekankan agar amalan yang telah dibiasakan di pesantren tetap dijaga di rumah, seperti salat berjamaah, menghadiri kegiatan keagamaan, menjaga silaturahmi dengan teman, serta tetap berkomunikasi dan sowan kepada guru-guru.

Tidak hanya untuk santri, pesan penguatan juga disampaikan kepada seluruh pengabdi pesantren. Hal mendasar yang ditekankan adalah peneguhan niat dan komitmen pengabdian, agar setiap amanah yang dijalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing dapat dilakukan dengan pelayanan terbaik.

Gus Bahrul Ansori—yang akrab disapa Gus Aan—kembali mengingatkan bahwa pengabdian di pesantren harus dilandasi keikhlasan hati. Keikhlasan tersebut, menurutnya, harus berjalan seiring dengan kerja keras, sehingga mampu melahirkan keberkahan dalam kehidupan.

Melalui kegiatan Muwada’ah ini, PPAI Annahdliyah berharap para santri pulang ke rumah tidak hanya membawa rindu, tetapi juga nilai adab, semangat ibadah, serta tekad untuk terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *