Lompat ke konten
Beranda » News & Blog » Haul Ke-9 KH. Moh. Mansjur, S.H Momentum Doa, Keteladanan, dan Refleksi Kehidupan

Haul Ke-9 KH. Moh. Mansjur, S.H Momentum Doa, Keteladanan, dan Refleksi Kehidupan

Haul Ke-9 KH. Moh. Mansjur, S.H., Momentum Doa, Keteladanan, dan Refleksi Kehidupan

Karangploso, Malang — Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah menggelar peringatan Haul Ke-9 KH. Moh. Mansjur, S.H., pendiri Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh keluarga besar almarhum, para masyayikh, asatidz, santri, alumni, serta masyarakat sekitar.

Peringatan Haul ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan almarhum KH. Moh. Mansjur, S.H. dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Islam berbasis pesantren, sekaligus sebagai ajang refleksi spiritual bagi seluruh hadirin.

Dalam sambutannya, Gus Bahrul Ansori menyampaikan bahwa peringatan Haul memiliki makna yang sangat mendalam, khususnya bagi putra-putri almarhum, para santri, dan alumni Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah. Ia menegaskan bahwa mendoakan orang tua dan guru merupakan kewajiban yang tidak boleh terputus.

“Haul ini penting, karena sudah menjadi kelaziman sekaligus kewajiban bagi seorang anak dan santri untuk senantiasa mendoakan orang tua dan guru-gurunya,” ungkap Gus Bahrul Ansori di hadapan para hadirin.

Selain sebagai bentuk doa, Haul juga menjadi sarana untuk mengingat kematian. Dalam kesempatan tersebut, Gus Bahrul Ansori mengutip penjelasan dalam Kitab Al-Bajuri Syarah Fathul Qarib yang menyebutkan bahwa kematian merupakan musibah terbesar, namun melupakan kematian adalah musibah yang jauh lebih besar. Pesan ini menjadi pengingat agar setiap insan senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.

Atas nama keluarga besar almarhum, Gus Bahrul Ansori juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara Haul Ke-9, mulai dari panitia, para guru, hingga seluruh hadirin. Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan mau‘idhah hasanah yang disampaikan oleh KH. Achmad Muchtar Ghozali, Pengasuh Pondok Pesantren PPAI Darun Najah. Dalam tausiyahnya, beliau mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan almarhum KH. Moh. Mansjur, S.H. saat menuntut ilmu.

KH. Achmad Muchtar Ghozali menuturkan bahwa setelah menamatkan pendidikan PGA, almarhum sempat bertugas sebagai pendidik di daerah Wajak, Kabupaten Malang. Demi melanjutkan pengembaraan ilmunya, almarhum kemudian berupaya agar dapat tetap mengajar sekaligus mondok di Pondok Pesantren PPAI Ketapang.

“Almarhum akhirnya pindah tugas ke daerah Kepanjen, tepatnya di Margosingo, agar bisa tetap mengajar dan sekaligus mondok di PPAI Ketapang yang saat itu diasuh oleh KH. Said Ketapang,” tutur KH. Achmad Muchtar Ghozali.

Beliau juga mengenang masa-masa awal almarhum mondok yang penuh perjuangan. Pada awalnya, almarhum sempat merasa belum betah dan menghadapi berbagai ujian batin. Namun seiring berjalannya waktu, berkat ketekunan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu, almarhum akhirnya mampu menjalani kehidupan pesantren dengan penuh kesungguhan hingga menyelesaikan pendidikannya.

Setelah lulus dari pesantren, almarhum KH. Moh. Mansjur, S.H. melanjutkan kiprahnya di dunia pendidikan. Bersama rekan-rekannya, di antaranya KH. Mahmud Zubaidi (almarhum) dan Bapak Jujak, beliau turut berperan dalam mendirikan lembaga pendidikan, termasuk Fakultas Dakwah di wilayah Kepanjen.

Peringatan Haul Ke-9 ini tidak hanya menjadi ajang doa untuk almarhum, tetapi juga sarana meneladani nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian beliau dalam dunia pendidikan dan dakwah. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi santri Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah serta masyarakat luas.

2 tanggapan pada “Haul Ke-9 KH. Moh. Mansjur, S.H Momentum Doa, Keteladanan, dan Refleksi Kehidupan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *