Lompat ke konten
Beranda » News & Blog » Menjemput Berkah Harlah NU 2026: Ratusan Kader NU Karangploso Gelar Ziarah Doa Tahlil & Napak Tilas di Pusara Pejuang NU

Menjemput Berkah Harlah NU 2026: Ratusan Kader NU Karangploso Gelar Ziarah Doa Tahlil & Napak Tilas di Pusara Pejuang NU

Menjemput Berkah Harlah NU 2026: Ratusan Kader NU Karangploso Gelar Ziarah Doa Tahlil & Napak Tilas di Pusara Pejuang NU

KARANGPLOSO – Menindaklanjuti instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU tahun 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karangploso menggelar agenda besar bertajuk “Ziarah, Tahlil, dan Doa Bersama Para Pendiri serta Pejuang NU” pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran pengurus MWC NU, Badan Otonom (Banom) seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa serta berbagai Lembaga di bawah naungan NU Karangploso, Gus Khoir sapaan akrab ketua Tanfidziyah MWCNU Karangploso mengatakan “dengan tujuan Satu Abad Khidmah, Sejuta Keberkahan Menjadi bagian dari sejarah seratus tahun NU adalah anugerah yang luar biasa, ikut serta menjaga sanad perjuangan dan memperkuat jam’iyah. Semoga barokah para pendiri NU senantiasa mengalir kepada kita semua” sambutnya

Rangkaian ziarah ini dimulai sejak pagi hari, diawali dari Pondok Salafiyah PPMH (Pondok Pesantren manbaul Huda) Ngambon Desa Girimoyo. Setelah melantunkan selawat, tahlil dan doa, rombongan dilepas untuk menyisir jejak perjuangan para pendahulu yang tersebar di wilayah Kecamatan Karangploso dan sampai luar wilayah Karangploso, Seperti Pendem dan Tasikmadu, yang dalam sejarah dulu secara administrasi masih masuk wilayah Karangploso.

Menjangkau 9 Desa, Menuju 21 Titik Perjuangan

Ziarah kali ini merupakan salah satu yang terbesar, mencakup 21 titik makam tokoh dan pejuang NU yang tersebar di 9 desa se-Kecamatan Karangploso.

Ke-21 tokoh yang dikunjungi merupakan para kiai, Ibu Nyai, serta tokoh penggerak yang telah berjasa meletakkan fondasi organisasi dan pendidikan pesantren di Karangploso.

“Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk tabarrukan (mencari berkah) dan napak tilas perjuangan. Kami ingin memastikan kader-kader muda NU hari ini tidak lupa pada akar sejarahnya di Karangploso,” ujar salah Yuni Kuswandi satu pengurus MWC NU yang juga sebagai Korlap di sela-sela acara.

Kegiatan ini berakhir di Makam KH. Moh. Mansyur Pendiri Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah Kepuharjo. Mengakhiri acara ziarah makam tokoh NU, Ketua MWCNU Karangploso, Gus Nahdlil  Khoir berpesan bahwa sebagai generasi penerus NU “kita harus selalu Istiqomah dan ikhlas berkhidmat di bawah panji-panji NU”. dan ada harapan di Harlah NU 2026 & Visi Kader NU Karangploso di Ambang Satu Abad Kedua

Momentum Harlah NU pada 31 Januari 2026 bukan sekadar seremoni. Bagi ratusan kader di Karangploso yang menyusuri 21 pusara pejuang, ada “titipan” harapan besar yang diletakkan di atas pundak generasi masa kini:

  1. Transformasi Menuju “Peradaban Mulia” di Tingkat Lokal Sesuai dengan tema besar PBNU 2026, yaitu “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, kader NU Karangploso berharap mampu menerjemahkan visi peradaban ini dalam aksi nyata. Bukan hanya kuat secara kuantitas di 9 desa, tetapi juga berkualitas dalam memberikan solusi atas persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan di masyarakat.
  2. Penguatan Sanad Perjuangan Melalui “Napak Tilas” Ziarah ke 21 titik ini diharapkan bukan hanya menjadi agenda tahunan, melainkan sarana penguatan identitas. Harapannya, kader muda (Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU PAGAR NUSA) memahami siapa saja tokoh yang membabat alas NU di desa mereka masing-masing, sehingga militansi mereka lahir dari rasa memiliki sejarah (sense of history).
  3. Solidaritas Tanpa Sekat antara Banom dan Lembaga Kehadiran unsur MWC, Banom, hingga Lembaga dalam satu barisan ziarah menjadi simbol harapan akan Kemandirian Organisasi. Kader berharap sinergi ini terus terjaga, di mana pesantren tetap menjadi poros spiritual, sementara banom menjadi motor penggerak transformasi di tengah masyarakat.
  4. Digitalisasi Dakwah Aswaja di Karangploso Di tahun 2026 ini, kader NU Karangploso juga menaruh harapan agar dakwah Nahdliyin semakin adaptif. Dengan kekayaan sejarah dari 21 tokoh pejuang tersebut, kader berharap narasi perjuangan mereka dapat diabadikan dalam bentuk literasi digital agar tetap relevan bagi generasi Z dan Alfa.
  5. Keberkahan untuk 9 Desa di Karangploso Doa tahlil yang dipanjatkan serentak di 9 desa diharapkan membawa suasana sejuk, aman, dan barokah bagi seluruh warga Karangploso. Ini adalah harapan agar NU selalu menjadi payung besar yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Kami tidak ingin hanya mewarisi abu dari perjuangan para kiai kami, tapi kami ingin mewarisi apinya. Semangat 21 pejuang di 9 desa ini harus terus menyala dalam khidmah kami di abad kedua NU ini.”Pesan Kolektif Kader NU Karangploso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *